JAKARTA, KOMPAS.com
- Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan Ujian Nasional
2014 akan berintegrasi dengan universitas. Dengan demikian, perguruan
tinggi pun dilibatkan dalam proses pelaksanaan termasuk dalam pembuatan
soal.
"Tahun ini pelaksanaan UN pertama kali terintegrasi
vertikal, yaitu hasil UN dipertimbangkan untuk masuk ke PT," kata
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh ketika melakukan inspeksi
mendadak (sidak) ke SMAN 70 Jakarta, Minggu (13/4/2014).
Dia
memaparkan, proses pembuatan soal akan berpacu pada Programme for
International Student Assessment (PISA), yakni mengacu pada standar
sekolah internasional dengan komposisi tingkat kesulitan 20 persen soal
kategori sulit, 10 persen soal kategori mudah, dan 70 persen sisanya
dalam ketegori sedang.
Bila pada tahun sebelumnya UN hanya
menjadi syarat kelulusan, kata Nuh, maka tidak pada tahun ini. Hasil UN
akan dimasukkan ke dalam rumus penghitungan kelulusan yang mencakup pula
Nilai Ujian sekolah, nilai rapor dan perilaku.
"Hasil UN nantinya, juga kita kita pakai sebagai pemetaan sekaligus perbaikan dari proses belajar mengajar," terang M Nuh.
"Kita
kejar kualitas pelaksanaan, kualitas hasil, dan pemanfaatannya. Kita
pakai untuk pemetaan, harus bagus, lebih detail per satuan pendidikan
dan per mata pelajaran," lanjutnya.
Selanjutnya, perguruan tinggi
juga dilibatkan dalam pengawasan pelaksanaan. Ketua Panitia Pelaksana
UN SMA DKI Jakarta Istaryatiningtias memberi contoh, di DKI Jakarta
Seperti
misalnya di DKI Jakarta, ujar Ketua Panitia Pelaksana UN SMA DKI
Jakarta Istaryatiningtias, pengawasan Ujian Nasional dikoordinatori oleh
Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan bekerja sama dengan perguruan
tinggi di Jakarta dan sekitarnya.
Sumber
http://edukasi.kompas.com/read/2014/04/13/1735371/UN.2014.Terintegrasi.dengan.Perguruan.Tinggi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar