1. Test Bakat dan Minat
Jika memungkinkan, ambil Test Bakat dan Minat. Cari lembaga
psikologi yang profesional. Jangan asal murah. Tiap model test punya
kelebihan dan kekurangan. Tanyakan sedetail apa hasil testnya bisa
memberi gambaran soal pilihan jurusan.
2. Konsultasi hasil test
Lakukan konsultasi mendalam tentang hasil test tersebut dengan
psikolog berpengalaman (atau dari lembaga tersebut) dan gali semua
potensi diri dan minat. Seorang psikolog berwawasan luas bisa memberikan
penjelasan umum tentang cabang ilmu pengetahuan yang sesuai bakat dan
minat si peserta test.
3. Konsultasi soal jurusan
Cari konsultan pendidikan yang kompeten dan bersedia memberikan
informasi mendetail tentang beberapa jurusan berdasarkan data, bukan
pendapat pribadi semata. Ia mesti paham kurikulum suatu jurusan,
perbedaan satu jurusan dengan jurusan lain yang sejenis, dan perguruan
tinggi mana yang memiliki jurusan tersebut. Kadang kala satu kali
pertemuan ridak cukup untuk membahas berbagai kemungkinan.
4. Analisa kurikulum
Periksa setiap jurusan yang diminati dan perhatikan daftar mata kuliahnya. Buka prospectus
beberapa perguruan tinggi yang diminati. Tidak ada universitas yang
daftar mata kuliahnya sama persis satu dengan lainnya sekalipun nama
jurusannya sama. Pilih perguruan tinggi yang mata kuliahnya paling
sesuai dengan tujuan kita.
5. Info karir dan peluang setelah lulus
Setelah menemukan jurusannya, gali informasi tentang peluang dan
jenis karirnya. Ada jurusan yang memberi peluang besar untuk membuka
usaha sendiri setelah lulus, namun ada juga yang memiliki prospek cerah
untuk berkarir di sebuah perusahaan
Masih ada aspek-aspek lain yang perlu dipertimbangkan seperti
misalnya besarnya biaya kuliah, lokasi perguruan tinggi dan lain-lain.
Namun dengan menmepuh 5 langkah di atas, proses pengambilan keputusan
setidaknya sudah setengah jadi.
sOURCE
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar