Satu lagi guru Sekolah Islam Al Syukro berprestasi. Dialah Bapak Cahya Dima Anugrah S.Si.
Guru Matematika SMP Islam Al Syukro ini berhasil lolos seleksi awal
dalam Program Pembinaan Guru Bidang Studi MIPA. Target ke depan, Pak
Cahya akan dibebankan tugas sebagai trainer menjelang Olimpiade Sains Nasional (OSN)---atau Program Pembinaan Guru Bidang Studi MIPA---hingga lima bulan ke depan.
Setelah dinyatakan lolos seleksi awal, Pak Cahya kemudian berangkat
Bandung---tepatnya di Hotel Bumi Kitri Pramuka, Jalan Cikutra 276
A---untuk menimba ilmu tentang berbagai materi Fisika, tepatnya pada
24-25 Oktober 2009 kemarin. ”Materi yang disampaikan selama dua hari ini
sangat keren. Misalnya tentang Kinematika, Listrik Magnet, Gelombang,
Astronomi, Suhu, dan Kalor,” katanya.
Berikut, kutipan wawancara
guru berkacamata yang merupakan alumnus dari Universitas Indonesia tahun
2007 Fakultas MIPA Jurusan FÃsika ini :
Bagaimana awal mula Pak Cahya Dima Anugrah terpilih sebagai trainer
untuk jelang Olimpiade Sains Nasional (OSN). Dan akhirnya, Anda
terpilih untuk berangkat ke Bandung pada 24-25 Oktober 2009 kemarin?
Mulanya, saya mengikuti semacam tes seleksi di SMP Muhammadiyah 22
Pamulang. Saya mengerjakan soal-soal kompetensi bidang studi Fisika,
bersama-sama dengan seluruh guru-guru Sains dari sembilan sekolah yang
ada di Tangerang Selatan dan sekitarnya.
Ternyata, dari semua
hasil yang diolah oleh Institut Teknologi Bandung (ITB). Kata mereka,
saya termasuk yang lulus menjadi tim inti sebagai trainer Olimpiade Sains Nasional (OSN) sampai lima bulan ke depan.
Soal-soal seleksi pada kompetensi bidang studi Fisika yang Pak Cahya kerjakan, berapa banyak jumlahnya?
Ada 40 soal, untuk peserta seleksi Fisika. Untuk yang Biologi ada 100 soal. Dan, 19 soal untuk yang Matematika.
Di Bandung, Pak Cahya digembleng dimana?
Di Hotel Bumi Kitri Pramuka, Jl Cikutra No.276 A - Bandung. Tapi,
semua pembicaranya adalah para profesional dari Kampus ”Ganesha” ITB.
Berapa peserta yang ikut-serta dalam pendidikan calon mentor OSN ini?
Pesertanya untuk bidang studi Fisika, ada sembilan orang guru.
Untuk Biologi ada 13 orang guru. Dan, Matematika ada 13 orang guru.
Semuanya dari berbagai sekolah, termasuk dari SMP Islam Al Azhar di Bumi
Serpong Damai (BSD), dan ada juga yang dari daerah Tasikmalaya, Jawa
Barat.
Khusus untuk bidang studi Fisika, selain Pak Cahya, guru-guru yang ikut dari sekolah mana lagi?
Saya lupa, tapi ada guru-guru dari SMP Muhammadiyah 22 Pamulang, SMP Islam Al Azhar BSD, dan masih banyak lagi.
Di sana, materi apa saja yang disampaikan?
Tentang Kinematika, Listrik Magnet, Gelombang, Astronomi, Suhu, Kalor
dan masih banyak lagi. Semuanya disampaikan dengan aplikatif dan
menarik, dengan penyampaian seperti saat kita kuliah saja. Cuma enaknya,
soal-soal yang dibahas itu benar-benar keren . Jadi, enak aja materinya
begitu. Sudah begitu, ada materi "dewa" lagi, ha ha ha....
Apa itu materi ”dewa”?
Ya, pokoknya, yang di luar batas kemampuan kita-kita sebagai manusia, ha ha ha.
Oke, jadi... status Pak Cahya sudah pasti jadi guru pembimbing (mentor atau trainer) untuk bidang studi Fisika, atau bagaimana di OSN nanti?
Sepertinya memang begitu. Insya Alloh, sampai lima bulan ke depan, hingga hari-H pelaksanaan OSN.
Apa masih akan ada seleksi lagi pasca dua hari di Bandung, khusus utk guru-guru yang akan jadi mentor?
Sepertinya, tidak ada lagi deh. Insya Alloh,
pada Rabu, 28 Oktober 2009 ini akan ada lagi pertemuan di SMP
Muhammadiyah 22 Pamulang, untuk membicarakan jadwal pembinaan bagi
anak-anak yang lolos seleksi tahap awal.
Ada empat orang siswa SMP Islam Al Syukro yang lulus seleksi awal. Apakah mereka akan diseleksi lagi sebelum maju terus ke OSN?
Sekarang ini, untuk wilayah Kota Otonom Baru Tangerang Selatan
masih ada total 36 siswa yang lolos. Dan pada Hari Sabtu (31 Oktober
2009) besok, nanti akan ada proses tahap seleksi berikutnya. Ini untuk
memangkas dari 36 siswa, menjadi 21 siswa.
Kans keempat siswa SMP Islam Al Syukro sendiri bagaimana kira-kira Pak?
Insya Alloh
mereka sukses, kalau mau dikarantina secara khusus untuk pembelajaran
dan pendalaman materi-materi Sains (Fisika, Bilogi, Matematika). Tapi
masalahnya, kembali kepada faktor para siswa itu sendiri. Maksudnya, si
anak ini mau atau tidak? Belum lagi, mereka harus rela meninggalkn
plajaran sekolah untuk sementra. Dan saya juga harus minta izin dengan
para guru-gurunya, agar si anak ini bisa dikarantina terlebih dahulu.
Sebagai trainer terpilih untuk OSN bidang studi Fisika, nantinya agenda Pak Cahya bagaimana?
Saya akan tetap menjadi mentor hingga lima bulan ke depan.
Termasuk, akan terus menjadi pembimbing bidang studi Fisika, seandainya,
siswa-siswa kita sendiri tidak lulus tahap seleksi berikutnya.
Mudah-mudahan saya tetap dapat menjalankan tugas sesuai keputusan dan
ketetapan dari panitia OSN ini. Semua saya serahkan sepenuhnya kepada
Allah SWT. Saya cuma ingin menyelesaikan tugas ini dengan sebaik-baiknya
saja.
Setelah mengikuti pendadaran dua hari di Bandung
dengan pembicara dari ITB, apakah akan ada ilmu yang bakal diterapkan di
SMP Islam Al Syukro?
Saya ingin menjadikan pelajaran Fisika itu menyenangkan. Tapi, kita lihat saja nanti. Tunggu saja tanggal mainnya, oke. (fdl)
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar