Banyak sekali artikel-artikel yang mengupas tentang pendidikan dan
berbagai permasalahanya. Beberapa membahas hubungan antara kualitas pendidikan
dan biaya pendidikan. Apakah pendidikan yang berkualitas membutukan biaya yang
mahal???
Sangat menarik apabila mendiskusikan satu pertanyaan di atas. Berapa
banyak biaya pendidikan yang dikeluarkan orang oleh tua/siswa mulai dari anak
masih dibimbing di PAUD sampai SMA. Bahkan sekarang lagi ngetrend “kalau nggak
kuliah nggak keren”. Berarti berapa banyak lagi uang yang dikeluarkan oleh
orang tua/siswa sampai Sarjana.
Tentunya sangat banyak sekali. Yang menjadi pertanyaan selanjutnya
adalah apakah kualitas/kompetensi si anak selama mengikuti pendidikan dari mulai
PAUD sampai sarjana ini sebanding dengan biaya pendidikan yang digelontorkan
orang tua. Ditambah lagi dengan adanya statement yang mengatakan “sarjana
mencetak pengangguran". Ngeri sekali…!!!
Selama pendidikan tingkat sarjana ini seorang mahasiswa didorong
untuk serba mandiri. Kalau mahasiswa sains biasanya agak kesulitan mencari
referensi-referensi yang digunakan untuk perkuliahan atau penelitian. Terkadang
mahasiswa sains harus membayar dengan sejumlah uang tertentu untuk mendapatkan
referensi yang berkualitas dan tepat. Uang lagi…uang lagi. Haruskah kita mengatakan
kalau pendidikan yang berkualitas itu memang mahal harganya ???
Bahkan kalau mahasiswa ingin mencari referensi luar negeri semisal
di science direct, begitu sudah masuk dan mencari/menemukan paper yang
diinginkan, ternyata ada perintah “Purchase”. Bayar lagi bayar lagi…!!! Uang
lagi...!!! Memang kebanyakan paper luar negeri itu berbayar, kecuali kalau mau
dibayar oleh kampusnya. Tetapi tidak semua kampus di Indonesia ini mampu
untuk membelinya. Haduh memang beginilah
pendidikan di Indonesia. Indonesia tanah kelahiranku.
Meskipun telat, tetap kami sampaikan selamat hari pendidikan
nasional.
Majulah Pendidikan di Negeri Indonesia Tercintaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar