Sistem pendidikan di Indonesia membagi-bagi
pelajar ke dalam tingkatan TK, SD, SLTP, SLTA, S1, S2, dan S3. Untuk menilai
keberhasilan dalam proses pengajaran itu digunakanlah ujian dalam bentuk
ulangan harian, Ujian Tengah Semester (UTS),
dan Ujian Akhir Semester (UAS). Jika pelajar mendapat nilai baik, maka
pelajar itu akan dicap sebagai anak yang pintar dan berhasil dalam belajar.
Etzt ,,,,,,nanti dulu. Kita harus mengetahui bagaimana dan seberapa besar
pelajar itu dalam memperoleh nilai. Memang ada sih pelajar yang menggunakan
cara yang baik. Tetapi ada juga lho dengan cara yang tidak baik mungkin dengan
cara nyontek temennya atau nyontek buat catatatan sendiri. Haha….
Lantas apa pentingnya sih nilai bagi proses pembelajaran
itu. Saya sih orang yang suka banget mempertahankan nilai atau gini aja
pokoknya kalau ulangan harus dapat nilai yang bagus sehingga saya harus rajin
belajar dan memahami materi pelajaran dengan serius dan mungkin dengan
menghafal. Sehingga ketika hasil ulangan dibagikan ya lumayan sih hasilnya.
Nggak jelek-jelek amat. Akan tetapi, yang perlu kita ingat selalu adalah kita
belajar tidak hanya untuk mencari nilai yang bagus. Tidak hanya untuk jadi
juara kelas. Tidak hanya untuk menjadi yang terbaik di sekolah. Tetapi, kita
belajar itu harus bisa jadi innovator dan krator.
Apa sih itu creator dan innovator??? Apa ya???
Pokoknya kalau menurut saya dua kata itu adalah seseorang yang sekarang lagi
dibutuhkan oleh bangsa ini. Creator adalah orang yang bisa menciptakn sesuatu
yang baru dalam bidang tertentu. Entah dalam bidang sosial or sains. Dan
innovator adalah orang yang selalu mempunyai ide-ide baru dalam mengembangkan
penemuannya. Jadi creator dan innovator itu akan saling melengkapi. Oleh karena
itu ketika ditanya buat apa sih kok rajin-rajin belajar pas ulangan
Jawab aja
SAYA INGIN MENJADI CREATOR DAN INNOVATOR
Tidak ada komentar:
Posting Komentar